Jumat, 18 Januari 2013

Reveiw Jurnal Eka Okuma Jati


PEMBANGUNAN ADD-ON KRIPTOGRAFI UNTUK BROWSER MOZILLA FIREFOX DENGAN MEMANFAATKAN ALGORITMA CAESAR-CIPHER, XOR-CIPHER, DAN ADVANCED ENCRYPTION STANDARD


Jurnal Disusun Oleh :
Eka Okuma Jati - 41505110063
Program Studi Teknik Informatika – Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Mercu Buana – Jakarta
Email : okuma.p4929ac@gmail.com

Review Oleh :
Galang Syahrizal – 13109099 dan Indra Kusuma - 10109001
Program Studi Sistem Informasi – Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Gunadarma – Kelapa Dua

Pendahuluan

Pada jurnal ini dibahas mengenai ilmu kriptografi yang biasa digunakan untuk menyembunyikan pesan rahasia di dalam teks. Pada umumnya tehnik kriptografi digunakan untuk mengubah susunan karakter pada database agar tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Pada jurnal ini tehknik kriptografi tersebut hendak disisipkan pada firefox web browser sebagai add-ons. Tujuan dari disisipkannya kriptografi ke dalam mozilla firefox adalah untuk mencegah tercurinya data logging dari web browser kita ke pada pihak lain. data logging disni biasanya berisi alamat situs yang pernah kita akses,catatan password atau variable lain yang pernah kita input pada webrowser. Tentu hal kecil ini bisa menjadi masalah bila sampai tercuri, seperti pengambil alihan akun email atau jejaring sosial.

Mozilla Firefox Web Browser Dan Ekstensinya
           
            Mozilla firefox adalah web browser open source dan merupakan web browser cross platform artinya web browser ini berhak digunakan dan dikembangkan oleh publik juga dapat digunakan pada platform atau sistem operasi yang berbeda-beda. Yang membuat fire fox dapat dikembangkan publik ialah ketersediaan fire fox  extension. Fire fox extension adalah kumpulan dari file yang berisi perintah yang dituliskan menggunakan bahasa pemrograman java script diatas mark up language berupa XML. Extension dari firefox ini dapat dibuat dan disisipkan siapa kedalam firefox yang ia gunakan selama mampu menggunakan bahasa pemrograman java script dan XML.

Kriptografi

Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Ada banyak tehnik kriptografi yang biasa digunakan namun yang dibahas pada jurnal ini adalah :
·         Caesar Chiper
·         XOR Chiper
·         Advanced Encrypt Standart

Caesar Chiper

      Caesar chiper adalah tehnik kriptografi yang dilakukan dengan mensubtitusi setiap abjad dari pesan yang akan dienkripsi melalui pergeseran susunan sebagai kuncinya. Misalnya, tiap huruf disubstitusikan dengan huruf ketiga berikutnya dari susunan abjad. Dalam hal ini kuncinya adalah jumlah pergeseran huruf tersebut, yaitu k = 3. Maka dapat digambarkan sebagai berikut:
Secara umum, untuk pergeseran huruf sejauh k, dalam hal ini k adalah kunci enkripsi dan dekripsi, dimana ci adalah ciphertext dan pi adalah plaintext, maka fungsi enkripsi dan dekripsinya adalah sebagai berikut:
Enkripsi: E(pi) = (pi + k) mod 26
Dekripsi: D(ci) = (ci – k) mod 26
Sedangkan pergeseran huruf untuk 256 karakter ASCII adalah:
Enkripsi: E(pi) = (pi + k) mod 256
Dekripsi: D(ci) = (ci – k) mod 256

XOR Chiper

Algoritma enkripsi XOR Cipher ini memanfaatkan operasi XOR untuk melakukan proses enkripsinya. Pada prinsipnya, algoritma ini menggunakan kunci yang berulang secara periodik, dan setiap bit plaintext di-XOR-kan dengan setiap bit kunci. Operasi XOR tersebut dinotasikan dengan simbol “Å” , dimana operasi-operasi yang berlaku di dalam XOR adalah sebagai berikut:
0 Å  0 = 0               0 Å  1 = 1
1 Å  0 = 1               1 Å  1 = 0
Sehingga algoritma XOR Cipher bila dinotasikan secara matematis adalah sebagai berikut:
Enkripsi = C = P Å  K
Dekripsi = P = C Å  K

Advanced Encrypt Standart

                  AES adalah sebuah tehnik kriptografi yang memanfaatkan algoritma Rijndael, terdaoat beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menerapkan algoritma ini yaitu :
·         Add round key
·         Sub-bytes
·         Shit-row
·         Mix-column
Ke-empat proses ini akan terus berulang hingga masuk pada add-round key ke 10 (final round key)

Berikut ilustrasi melalui gambar :

r10













Transformasi add round key

Transformasi ini melakukan operasi XOR terhadap sebuah round key dengan array state, dan hasilnya disimpan di array state. Contoh proses transformasi AddRoundKey dapata dilihat pada gambar berikut:





                                                                    
Transformasi Sub-Bytes

Transformasi SubBytes memetakan setiap byte dari array state dengan menggunakan tabel substitusi S-box. Tabel S-box yang digunakan adalah:










Tabel 1. S-box Pada Transformasi SubByte

Cara pensubstitusiannya adalah untuk setiap byte pada array state, misalkan S[r, c] = xy yang dalam hal ini xy adalah digit hexadecimal dari nilai S[r, c], maka nilai substitusinya dinyatakan dengan S’[r, c], adalah elemen di dalam S-box yang merupakan perpotongan baris x dengan kolom y, bila diilustrasikan dapat dilihatpada gambar berikut:





            Transformasi ShiftRows
             
Transformasi ini melakukan wrapping pada 3 baris terakhir dari array state. Jumlah pergeseran bergantung pada nilai baris (r). Baris r = 1 digeser sejauh 1 byte, baris r = 2 digeser sejauh 2 byte, dan baris r = 3 digeser sejauh 3 byte, sedangkan baris r = 0, tidak digeser.






            Transformasi MixColumns
             
Transformasi MixColumns mengalikan setiap kolom dari array state dengan polinom a(x) mod (x4 + 1). Setiap kolom diperlakukan sebagai polinom 4-suku pada GF(28). a(x) yang ditetapkan adalah:
a(x) = {03}x3+{01}x2+{01}x+{02}

Transformasi ini dinyatakan sebagai perkalian matriks:
s’(x) = a(x) Ä s(x)
Contoh proses hasil transformasi MixColumns seluruhnya dari hasil transformasi ShiftRows adalah sebagai berikut:









Implementasi Kriptografi Pada Perangkat Lunak

Algoritma kriptografi  yang telah dibahas sebelumnya kemudian diintegrasikan kedalam perangkat lunak terdapat 3 jenis modul yang perlu dibuat yaitu :
·         Registrasi modul
·         Interface(tatap muka) modul
·         Controller modul
Registrasi modul merupakan modul yang berperan dalam proses registrasi dan installasi add-ons kedalam mozilla firefox.
Modul modul tersebut adalah :
No
File
Fungsi
1
chrome.manifest
Meregistrasikan add-on yang dibuat terhadap browser Firefox.
2
install.rdf
Melakukan proses instalasi terhadap browser Firefox.


















Interface modul adalah modul yang mengurusi antarmuka dengan pengguna dalam jendela browser modul-modul tersebut ialah :
No
File
Fungsi
1
roket_overlay.xul
Antarmuka pengguna (user interface) untuk menjalankan add-on melalui menu tools (alat) atau klik kanan di browser Firefox
2
roket.xul
Antarmuka pengguna (user interface) yang merupakan jendela utama dari add-on.
3
roket.css
Memperindah tampilan jendela utama add-on.

Controller Modul adalah modul yang berperan melakukan fungsi enskripsi yang telah ditulis, modul modul tersebut ialah :
No
File
Fungsi
1
roket_overlay.js
Menjalankan fungsi pemanggilan add-on melalui menu klik kanan atau menu tools (alat) di browser Firefox.
2
roket.js
Menjalankan fungsi jenis pemilihan algoritma dan menampilkan hasil proses di jendela utama add-on.
3
caesar.js
Menjalankan fungsi proses enkripsi dan dekripsi dengan algoritma Caesar-Cipher.
4
xor.js
Menjalankan fungsi proses enkripsi dan dekripsi dengan algoritma XOR-Cipher.
5
aes.js
Menjalankan fungsi proses enkripsi dan dekripsi dengan algoritma AES (Advanced Encryption Standard).







































Kesimpulan

Kesimpulan dari jurnal ini adalah algoritma kriptografi berhasil di implementasikan kedalam mozilla firefox, sehingga dengan menggunakan add- ons ini pengguna dapat mengamankan pesan yang terkandung didalam mozilla firefox dengan begitu mereka dapat terhindar dari pencurian data oleh pihak ke-3.

Sekian ulasan ini dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam mengulas jurnal yang bermanfaat ini, terutama kepada  Eka Okuma Jati selaku pembuat jurnal.

Minggu, 14 Oktober 2012

Speech Recognition

  • PENGERTIAN SPEECH RECOGNITION
Speech Recognition adalah proses identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan dengan melakukan konversi sebuah sinyal akustik, yang ditangkap oleh audio device (perangkat input suara). 
Speech Recognition juga merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali
perintah kata dari suara manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data
yang dimengerti oleh komputer. Pada saat ini, sistem ini digunakan untuk
menggantikan peranan input dari keyboard dan mouse. 

Keuntungan dari sistem ini adalah pada kecepatan dan kemudahan dalam penggunaannya. Kata – kata yang ditangkap dan dikenali bisa jadi sebagai hasil akhir, untuk sebuah aplikasi seperti command & control, penginputan data, dan persiapan dokumen. Parameter yang dibandingkan ialah tingkat penekanan suara yang kemudian akan dicocokkan dengan template database yang tersedia. Sedangkan sistem pengenalan suara berdasarkan orang yang berbicara dinamakan speaker recognition. Pada makalah ini hanya akan dibahas mengenai speech recognition karena kompleksitas algoritma yang diimplementasikan lebih sederhana daripada speaker recognition.
Algoritma yang akan diimplementasikan pada bahasan mengenai proses speech recognition ini adalah algoritma FFT (Fast Fourier Transform), yaitu algoritma yang cukup efisien dalam pemrosesan sinyal digital (dalam hal ini suara) dalam bentuk diskrit. Algoritma ini mengimplementasikan algoritma Divide and Conquer untuk pemrosesannya. Konsep utama algoritma ini adalah mengubah sinyal suara yang berbasis waktu menjadi berbasis frekuensi dengan membagi masalah menjadi beberapa upa masalah yang lebih kecil. Kemudian, setiap upa masalah diselesaikan dengan cara melakukan pencocokan pola digital suara.

  • SKEMA UTAMA DAN ALGORITMA SPEECH RECOGNITION
Ada 4 langkah utama dalam sistem pengenalan suara:
· Penerimaan data input
· Ekstraksi, yaitu penyimpanan data masukan sekaligus pembuatan database untuk template.
· Pembandingan / pencocokan, yaitu tahap pencocokan data baru dengan data suara (pencocokan tata bahasa) pada template.
     · Validasi identitas pengguna.


Secara umum, speech recognizer memproses sinyal suara yang masuk dan menyimpannya dalam bentuk digital. Hasit proses digitalisasi tersebut kemudian dikonversi dalam bentuk spektrum suara yang akan dianalisa dengan membandingkannya dengan template suara pada database sistem.

  
Sebelumnya, data suara masukan dipilah-pilah dan diproses satu per satu berdasarkan urutannya. Pemilahan ini dilakukan agar proses analisis dapat dilakukan secara paralel. Proses yang pertama kali dilakukan ialah memproses gelombang kontinu spektrum suara ke dalam bentuk diskrit. Langkah berikutnya ialah proses kalkulasi yang dibagi  menjadi dua bagian :

· Transformasi gelombang diskrit menjadi array data.
· Untuk masing-masing elemen pada aiTay data, hitung "ketinggian" gelombang (frekuensi).
Objek permasaiahan yang akan dibagi adalah masukan berukuran n, berupa data diskrit gelombang suara.
Ketika mengkonversi gelombang suara ke dalam bentuk diskrit, gelombang diperlebar dengan cara memperinci berdasarkan waktu. Hal ini dilakukan agar proses algontma seianjutnya (pencocokan) lebih mudah diiakukan. Namun, efek buruknya ialah array of array data yang terbentuk akan lebih banyak.


Dari tiap elemen array data tersebut, dikonversi ke dalam bentuk bilangan biner. Data biner tersebut yang nantinya akan dibandingkan dengan template data suara.
Proses divide and conquer:  
· Pilih sebuah angkaN, dimana N merupakan bilangan bulat kelipatan 2.Bilangan ini berfungsi untuk menghitung jumlah elemen transformasi FFT.
· Bagi dua data diskrit secara (dengan menerapkan algoritma divide and conquer) menjadi data diskrit yang lebih kecii berukuran N = N,.N2.
· Objek data dimasukkan ke dalam table (sebagai elemen tabel).
· Untuk setiap eiemen data, dicocokkan dengan data pada template (pada data template juga dilakukan pemrosesan digitaiisasi menjadi data diskrit, dengan cara yang sama dengan proses digitaiisasi data masukan bam yang ingin dicocokkan).
· Setiap upa masalah disatukan kembali dan dianalisis secara keseluruhan, kecocokan dari segi tata bahasa dan apakah data yang diucapkan sesuai dengan kata yang tersedia pada template data.
· Verifikasi data. Jika sesuai, proses iebih lanjut, sesuai dengan aplikasi yang mengimplementasikan algoritma ini.

repost dari  http://nda-kamal.blogspot.com/2011/11/speech-recognition.html




Jumat, 23 Desember 2011

PERANCANGAN APLIKASI ABSENSI LABORATORIUM KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM VERIFIKASI PENGGUNA DI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA


Abstract
Maranatha Christian University as one of the universities in Bandung has
computer laboratory for practical activities. Although, Maranatha Christian
University has owned an absence application which record user who accessing the
computer in laboratory, but the system can’t track whether the user sit on its place
correctly or not. For that reason UKM need a system to control and minimize the
risk of lost and damage keyboard, mouse and computer table because the data have
been recorded in database.
The main purpose of this research is to make a laboratory absent tracking
system software to record the use of computer laboratory facilities.

I. Pendahuluan
Pada saat ini teknologi berkembang dengan pesat. Perkembangan teknologi
ini menyebabkan meningkatnya permintaan sumber daya manusia (SDM) yang
memiliki kompetensi di bidangnya dan menguasai teknologi untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapinya.
Universitas Kristen Maranatha (UKM) sebagai salah satu perguruan tinggi di
Indonesia telah menyadari hal tersebut sehingga menyediakan fasilitas – fasilitas
yang membantu mahasiswa dan mahasiswi dalam belajar. Salah satu fasilitas yang
disediakan oleh UKM adalah laboratorium komputer. Penyediaan fasilitas ini
memerlukan suatu pengawasan. Pengawasan ini bertujuan agar fasilitas tersebut dapat
terpelihara dengan baik.
Kenyataannya banyak komputer serta fasilitas di dalam laboratorium
komputer sering mengalami kerusakan. Kerusakan ini merupakan bukti masih
lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan. Kerusakan ini umumnya disebabkan
oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak bertanggungjawab. Identifikasi terhadap
mahasiswa atau mahasiswi ini sangat sulit dilakukan karena belum adanya suatu
pencatatan pemakaian komputer di laboratorium komputer yang dapat mencatat serta
menolak akses masuk komputer apabila mahasiswa atau mahasiswi tidak berhak
menggunakan komputer tersebut.
Oleh sebab itu penulis mencoba untuk membangun suatu aplikasi
pengontrolan pemakaian komputer di laboratorium komputer yang dapat mencatat
serta menolak akses masuk komputer apabila pengguna tersebut tidak berhak
menggunakan komputer tersebut. Dengan adanya aplikasi ini pemakaian laboratorium
itu dapat dikontrol dengan baik, sehingga kerusakan fasilitas laboratorium komputer
yang disebabkan oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak bertanggungjawab dapat
dicegah serta pengaksesan komputer oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak
berhak dapat diatasi.
Aplikasi absensi ini akan menangani:
1. Pencatatan pemakaian komputer yang digunakan mahasiswa atau mahasiswi.
2. Laporan pemakaian komputer yang dapat digunakan sebagai bukti penggunaan
komputer oleh mahasiswa atau mahasiswi.
3. Proteksi terhadap komputer laboratorium oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak
berhak menggunakan komputer tersebut.

II. Landasan Teori
II.1 UML (Unified Modeling Language)
UML adalah suatu permodelan yang digunakan pada saat ini untuk
merepresentasikan suatu kesatuan konsep – konsep dan notasi yang digunakan untuk
memodelkan suatu permasalahan. Tujuan dari UML ini adalah untuk menjadi suatu bahasa
umum yang digunakan untuk membuat model yang didasarkan objek pada pengembangan
rekayasa komputer.
UML memodelkan suatu program dalam bentuk kelas dan objek.
Kelas adalah “pola” dari sebuah objek. Dari sebuah kelas dapat dibuat banyak objek
yang sejenis.
Contoh:
Dari sebuah pola baju merek xxx, dapat dibuat banyak(objek) baju bermerek xxx,
yang mempunyai warna merah ,biru, hijau, dan lain sebagainya.
Objek adalah sesuatu yang mempunyai sifat.
Contoh:
Objek :Sepeda
Sifat :Warna
Aksi :Rem
Objek :Batu
Sifat :Warna
Aksi :-
Dalam program objek adalah gabungan variable dan fungsi yang saling terkait. Sifat
objek sering disebut sebagai property dan aksi sering disebut method.Perbedaan yang paling
mencolok antara kelas dengan objek adalah sifat kelas belum terdefenisi sedangkan objek
sudah terdefenisi.
Tujuan dari diagram kelas ini adalah untuk membuat sebuah kelas menjadi sebuah
model. Dalam aplikasi berorientasi objek, kelas memiliki atribut, operasi dan hubungan
dengan kelas lainnya. Diagram kelas dalam UML dapat memodelkan hal ini dengan sangat
mudah.
Sebuah kelas dimodelkan dengan sebuah persegi panjang yang memiliki tiga bagian.
Bagian paling atas adalah nama kelas itu kemudian bagian yang ditengah adalah atribut
atribut dari kelas itu, dan yang paling bawah adalah operasi yang dilakukan oleh kelas itu.

II.2 Basis Data (DataBase)
Basis data terdiri dari dua kata, yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai
tempat penyimpanan sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili
suatu obyek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks. Prinsip utama basis data
adalah untuk pengaturan data dan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam
pengambilan kembali data.
Basis data digunakan untuk menyimpan, memanipulasi dan mengambil data hampir
semua tipe perusahaan termasuk bisnis, pendidikan, rumah sakit, pemerintahan dan
perpustakaan.
Basis data dapat menghindari adanya data redudancy. Data redudancy adalah
duplikasi data dimana beberapa file memiliki data yang sama sehingga menyebabkan
pemborosan kapasitas media penyimpanan. Dengan menggunakan basis data, perubahan,
penambahan dan penghapusan suatu data lebih mudah dilakukan.Basis data juga mendukung
pengaksesan suatu resource secara bersama – sama oleh lebih dari sebuah aplikasi.
Sistem basis data ini lebih dikenal dengan istilah DataBase Management System
(DBMS).
DBMS adalah sistem penyimpanan dan pengambilan data yang mengijinkan
beberapa aplikasi untuk mengakses data tersebut dalam sebuah sistem terpadu sehingga tidak
terjadi data redudancy dan integritas data dapat dipertahankan. Berikut ini adalah gambar
dari sebuah DBMS yang mengatur penyimpanan data di dalam database serta bertugas
sebagai media penghubung antara aplikasi dengan database.
Contoh-contoh dari DBMS yaitu:
· Oracle
· SQL Server
· Informix
· DB2

II.3 Client Server Programming
Client-Server Programming adalah suatu jenis teknologi yang menghubungkan
Client dan server dalam suatu proses pada aplikasi
Langkah – langkah dalam Client Server Programming untuk server adalah sebagai
berikut:
  1. Socket
Socket digunakan sebagai alamat dari server. Socket ini memiliki atribut alamat IP
(Internet Protocol) dan port yang dipakai oleh server.
  2. Bind
Setelah socket dibangun, alamat IP dan port akan disatukan menjadi satu bagian dan
di bind ke sistem.
  3. Listen
Setelah di bind server akan memasuki fase listen dimana pada fase ini server akan
mendengarkan apakah ada client terhubung dengannya.
  4. Accept
Apabila ada permintaan dari client maka server akan menanggapinya dan
membangun hubungan dengan client tersebut.
  5. Read
Server kemudian akan melakukan proses pembacaan paket data yang dikirim oleh
client
  6. Write
Server juga dapat melakukan pengiriman paket data melalui koneksi tersebut.
  7. Close
Apabila server menerima pesan bahwa client terputus atau memutuskan hubungan
maka server akan memutuskan koneksi dan menutup port yang digunakan untuk koneksi
client tersebut.
Langkah – langkah dalam Client Server Programming untuk client hampir sama
dengan server perbedaannya adalah pada client tidak terdapat proses listen.
II.4 Barcode Scanner
Pembacaan barcode dilakukan dengan menggunakan photosensor untuk
mengkonversikan barcode yang dibaca ke sinyal elektrik. Pembacaan dilakukan dari awal
kemudian sampai ke akhir dimulai dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Cara pembacaan adalah
dengan mengukur lebar dari pola berwarna hitam dan pola yang berwarna putih, dan
menerjemahkan perbedaan pola tersebut ke dalam bentuk karakter dan mengirimkannya ke
komputer.
Setiap barcode dimulai dengan special start character dan special stop character yang
membantu scanner mendeteksi barcode dan mengetahui pembacaan barcode dimulai dari
kiri (awal) atau dari kanan (akhir).

III. Analisa dan Desain Aplikasi
Analisa dan desain aplikasi ini dibagi atas 2 bagian yaitu analisa tujuan dan analisa
proses aplikasi.
III.1 Analisa Tujuan
Tujuan dari aplikasi ini adalah :
         1. Mencatat setiap transaksi pemakaian komputer di laboratorium IT Universitas
Kristen Maranatha.
         2. Mengetahui apakah suatu user itu menempati tempatnya dengan benar.
         3. Melakukan tindakan pencegahan terhadap pengunaan komputer oleh user yang tidak
menempati tempatnya dengan benar.
III.2 Analisa Proses Aplikasi
Sebelum menggunakan aplikasi ini, staf laboratorium harus memasukan data
komputer kedalam database. Data ini berupa nomor komputer dan IP Address dari komputer.
Untuk memasukan data komputer tersebut, staf dapat menggunakan form data
komputer.
Sebelumnya menggunakan laboratorium komputer, pengguna harus mendaftarkan
diri kepada staf laboratorium sehingga informasi pengguna ada didalam database.
Untuk memasukan informasi pengguna ini staf dapat menggunakan form data
mahasiswa.
Ketika pengguna ingin menggunakan komputer didalam laboratorium, Staf akan
memasukan data pengguna kedalam form pemakaian. Data pengguna ini terdiri atas nomor
mahasiswa dan nomor komputer yang akan dipakai.
Data yang dimasukan tersebut akan diperiksa oleh aplikasi. Apabila pengguna atau
nomor komputer tidak terdaftar dalam database, aplikasi akan memunculkan pesan pengguna
atau nomor komputer tidak terdaftar. Apabila pengguna atau nama komputer sudah masuk
maka aplikasi akan mengeluarkan pesan bahwa pengguna atau nomor komputer tersebut
sudah masuk. Apabila nomor mahasiswa dan nomor komputer belum masuk maka data
mahasiswa, data komputer, waktu masuk, tanggal masuk dan status yang bernilai ‘I’ akan
ditambahkan ke dalam database.
Ketika pengguna selesai menggunakan komputer, staf akan memasukan kembali data
mahasiswa ke dalam form pemakaian. Aplikasi akan secara otomatis mengupdate database
pengguna tersebut dan menambahkan waktu keluar sekaligus merubah status menjadi ‘K’.
Ketika pengguna melakukan akses masuk, informasi pengguna akan di ambil dan
dikirim ke server oleh aplikasi yang ada di komputer client.
Staf dapat melihat status pengguna yang melakukan tindakan akses masuk komputer
pada form server.
Form server ini juga secara otomatis memeriksa apakah pengguna tersebut memiliki
hak untuk memakai komputer tersebut dengan cara membandingkan data yang ada dalam
database dengan informasi pengguna yang dikirimkan client.
Jika pengguna menempati komputer yang sesuai dengan yang tercatat dalam database
maka server akan menampilkan pesan bahwa pengguna berhak melakukan akses masuk. Jika
tidak maka server akan mengirim sinyal restart ke komputer client dan menampilkan pesan
bahwa terjadi akses masuk oleh pengguna yang tidak berhak.
Aplikasi ini juga dapat menampilkan laporan yang berisi informasi pemakaian
komputer dalam bentuk hardcopy maupun softcopy.
Fasilitas untuk melihat laporan pemakaian komputer ini tersedia pada form laporan

IV. Kesimpulan dan Saran
Aplikasi “Absensi Lab 2004” ini memiliki kemampuan sebagai berikut:
         1. Menyimpan informasi mahasiswa yang terdiri dari nomor mahasiswa dan nama
mahasiswa.
         2. Menyimpan informasi komputer yang terdiri dari IP komputer dan nama komputer.
         3. Menyimpan informasi pemakaian komputer .
         4. Menghalangi akses masuk oleh pengguna yang tidak berhak atau yang tidak terdaftar.
Selain memiliki kemampuan tersebut aplikasi ini juga memiliki beberapa kekurangan
yang harus diperhatikan yaitu:
         1. Proses instalasi harus memakai default path. Hal ini disebabkan aplikasi ini belum
memiliki kemampuan untuk menentukan path directory.
         2. Akses masuk sistem operasi windows dengan menggunakan ‘safe mode’ masih diijinkan
sehingga pengguna yang mengetahui password administrator lokal dapat mengakses
komputer.oleh karena itu disarankan administrator dapat menyimpan passwordnya
dengan baik dan melakukan perubahan password secara berkala.
       3. Konfigurasi aplikasi masih dalam bentuk teks yang tidak tersandikan (tidak ada
encryption).
V. Daftar Pustaka
1) Deitel, H. M., P. J. Deitel, J.Listfield, T. R. Nieto, C.Yaeger, M. Zlatkina. C# How To
Program .Upper Saddle River,NJ:Prentice Hall, 2002.
2) Manfre, M. Creating A Windows Service With C# .
[Tanggal Akses: 25 Oktober 2004].
[http://www.devhood.com].
3) SoftTech Developer.Get Current Logged On User.
[Tanggal Akses: 25 Oktober 2004].
[http://www.planetsourcecode.com].
4) Mössenböck, H. Advanced C#. University of Linz, Austria 2004.
5) Schult, W. and A. Polze. Aspect-Oriented Programming with C# and .NET. Hasso-
Plattner-Institute. University Potsdam, Germany 2004.
6) Object-Oriented Frameworks for Network Programming.
[Tanggal Akses: 27 Oktober 2002].
7) Mayo, J. Beginners’s C# Tutorial. CSharp Station.
[Tanggal Akses: 22 September 2003].
[http://www.csharp-station.com].
8) Imbar, R.V.(2004), ‘Pengembangan Perangkat Lunak Sistem Absensi Laboratorium
Dengan Menggunakan Barcode Scanner di Universitas Kristen Maranatha’,
Universitas Kristen Maranatha.
9) Subrata, L. R.(2003) ‘Object Oriented and Design’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
10) Setiawan, E.(2003) ‘Modul Praktikum Basis Data’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
11) Bunyamin, H.(2003), ‘Aplikasi POS (Point of Sales)’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
Dan analisis dari jurnal di atas adalah :
Analisis
Bagian pendahuluan :
Pada bagian pendahuluan , kalimat ditulis dengan cukup baik .
Teori atau kajian pustaka :
Pengambilan teori atau kajian pustaka cukup baik.
Metode penelitian :
Pada bagian analisa dan desain aplikasi , banyak mengandung kata-kata istilah komputer . Bagian ini membutuhkan pemahaman dasar tentang komputer bagi si pembaca agar tidak terjadi kesalahpahaman atau ketidakpahaman yang mengakibatkan kalimat menjadi tidak efisien.
Hasil dan Pembahasan :
Pengunaan kata-kata istilah komputer yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia , sering sekali mengakibatkan perbedaan arti atau makna dari maksud kata yang sebenarnya. Di dalam tulisan ini , penulis telah menaati kaedah penulisan dengan baik . Dengan menggunakan huruf miring atau penulisan ‘italic’ digunakan sebagai mempertegas kata bahwa kata tersebut adalah kata serapan dari bahasa asing atau kata-kata dari istilah komputer.
Simpulan :
Penjelasan simpulan yang dijabarkan secara singkat dan jelas .
Kelebihan :
Penulisan artikel dapat dijelaskan dengan baik dan jelas.
Kekurangan :
Banyak pemakaian istilah-istilah komputer yang tidak dimengerti bagi pembaca atau orang awam.