Abstract
Maranatha Christian University as
one of the universities in Bandung has
computer laboratory for practical
activities. Although, Maranatha Christian
University has owned an absence
application which record user who accessing the
computer in laboratory, but the
system can’t track whether the user sit on its place
correctly or not. For that reason
UKM need a system to control and minimize the
risk of lost and damage keyboard,
mouse and computer table because the data have
been recorded in database.
The main purpose of this research is
to make a laboratory absent tracking
system software to record the use of
computer laboratory facilities.
I. Pendahuluan
Pada saat ini teknologi berkembang
dengan pesat. Perkembangan teknologi
ini menyebabkan meningkatnya
permintaan sumber daya manusia (SDM) yang
memiliki kompetensi di bidangnya dan
menguasai teknologi untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapinya.
Universitas Kristen Maranatha (UKM)
sebagai salah satu perguruan tinggi di
Indonesia telah menyadari hal
tersebut sehingga menyediakan fasilitas – fasilitas
yang membantu mahasiswa dan
mahasiswi dalam belajar. Salah satu fasilitas yang
disediakan oleh UKM adalah
laboratorium komputer. Penyediaan fasilitas ini
memerlukan suatu pengawasan. Pengawasan
ini bertujuan agar fasilitas tersebut dapat
terpelihara dengan baik.
Kenyataannya banyak komputer serta
fasilitas di dalam laboratorium
komputer sering mengalami kerusakan.
Kerusakan ini merupakan bukti masih
lemahnya sistem pengawasan yang
dilakukan. Kerusakan ini umumnya disebabkan
oleh mahasiswa atau mahasiswi yang
tidak bertanggungjawab. Identifikasi terhadap
mahasiswa atau mahasiswi ini sangat
sulit dilakukan karena belum adanya suatu
pencatatan pemakaian komputer di
laboratorium komputer yang dapat mencatat serta
menolak akses masuk komputer apabila
mahasiswa atau mahasiswi tidak berhak
menggunakan komputer tersebut.
Oleh sebab itu penulis mencoba untuk
membangun suatu aplikasi
pengontrolan pemakaian komputer di
laboratorium komputer yang dapat mencatat
serta menolak akses masuk komputer
apabila pengguna tersebut tidak berhak
menggunakan komputer tersebut.
Dengan adanya aplikasi ini pemakaian laboratorium
itu dapat dikontrol dengan baik,
sehingga kerusakan fasilitas laboratorium komputer
yang disebabkan oleh mahasiswa atau
mahasiswi yang tidak bertanggungjawab dapat
dicegah serta pengaksesan komputer
oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak
berhak dapat diatasi.
Aplikasi absensi ini akan menangani:
1. Pencatatan
pemakaian komputer yang digunakan mahasiswa atau mahasiswi.
2. Laporan
pemakaian komputer yang dapat digunakan sebagai bukti penggunaan
komputer oleh mahasiswa atau mahasiswi.
3. Proteksi
terhadap komputer laboratorium oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak
berhak menggunakan komputer tersebut.
II. Landasan Teori
II.1 UML (Unified Modeling
Language)
UML adalah suatu permodelan yang
digunakan pada saat ini untuk
merepresentasikan suatu kesatuan
konsep – konsep dan notasi yang digunakan untuk
memodelkan suatu permasalahan.
Tujuan dari UML ini adalah untuk menjadi suatu bahasa
umum yang digunakan untuk membuat
model yang didasarkan objek pada pengembangan
rekayasa komputer.
UML memodelkan suatu program dalam
bentuk kelas dan objek.
Kelas adalah “pola” dari sebuah
objek. Dari sebuah kelas dapat dibuat banyak objek
yang sejenis.
Contoh:
Dari sebuah pola baju merek xxx,
dapat dibuat banyak(objek) baju bermerek xxx,
yang mempunyai warna merah ,biru,
hijau, dan lain sebagainya.
Objek adalah sesuatu yang mempunyai
sifat.
Contoh:
Objek :Sepeda
Sifat :Warna
Aksi :Rem
Objek :Batu
Sifat :Warna
Aksi :-
Dalam program objek adalah gabungan
variable dan fungsi yang saling terkait. Sifat
objek sering disebut sebagai
property dan aksi sering disebut method.Perbedaan yang paling
mencolok antara kelas dengan objek
adalah sifat kelas belum terdefenisi sedangkan objek
sudah terdefenisi.
Tujuan dari diagram kelas ini adalah
untuk membuat sebuah kelas menjadi sebuah
model. Dalam aplikasi berorientasi
objek, kelas memiliki atribut, operasi dan hubungan
dengan kelas lainnya. Diagram kelas
dalam UML dapat memodelkan hal ini dengan sangat
mudah.
Sebuah kelas dimodelkan dengan
sebuah persegi panjang yang memiliki tiga bagian.
Bagian paling atas adalah nama kelas
itu kemudian bagian yang ditengah adalah atribut –
atribut dari kelas itu, dan yang paling bawah adalah operasi yang
dilakukan oleh kelas itu.
II.2 Basis Data (DataBase)
Basis data terdiri dari dua kata,
yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai
tempat penyimpanan sedangkan data
adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili
suatu obyek yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, simbol, teks. Prinsip utama basis data
adalah untuk pengaturan data dan
tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam
pengambilan kembali data.
Basis data digunakan untuk
menyimpan, memanipulasi dan mengambil data hampir
semua tipe perusahaan termasuk
bisnis, pendidikan, rumah sakit, pemerintahan dan
perpustakaan.
Basis data dapat menghindari adanya data
redudancy. Data redudancy adalah
duplikasi data dimana beberapa file
memiliki data yang sama sehingga menyebabkan
pemborosan kapasitas media
penyimpanan. Dengan menggunakan basis data, perubahan,
penambahan dan penghapusan suatu
data lebih mudah dilakukan.Basis data juga mendukung
pengaksesan suatu resource secara
bersama – sama oleh lebih dari sebuah aplikasi.
Sistem basis data ini lebih dikenal
dengan istilah DataBase Management System
(DBMS).
DBMS adalah sistem penyimpanan dan
pengambilan data yang mengijinkan
beberapa aplikasi untuk mengakses
data tersebut dalam sebuah sistem terpadu sehingga tidak
terjadi data redudancy dan
integritas data dapat dipertahankan. Berikut ini adalah gambar
dari sebuah DBMS yang mengatur
penyimpanan data di dalam database serta bertugas
sebagai media penghubung antara
aplikasi dengan database.
Contoh-contoh dari DBMS yaitu:
·
Oracle
·
SQL Server
·
Informix
·
DB2
II.3 Client Server Programming
Client-Server Programming adalah suatu jenis teknologi yang menghubungkan
Client dan server dalam suatu proses pada aplikasi
Langkah – langkah dalam Client
Server Programming untuk server adalah sebagai
berikut:
1. Socket
Socket digunakan sebagai alamat dari server. Socket ini memiliki
atribut alamat IP
(Internet Protocol) dan port
yang dipakai oleh server.
2. Bind
Setelah socket dibangun,
alamat IP dan port akan disatukan menjadi satu bagian dan
di bind ke sistem.
3. Listen
Setelah di bind server akan
memasuki fase listen dimana pada fase ini server akan
mendengarkan apakah ada client terhubung
dengannya.
4. Accept
Apabila ada permintaan dari client
maka server akan menanggapinya dan
membangun hubungan dengan client tersebut.
5. Read
Server kemudian akan melakukan proses pembacaan paket data yang
dikirim oleh
client
6. Write
Server juga dapat melakukan
pengiriman paket data melalui koneksi tersebut.
7. Close
Apabila server menerima pesan
bahwa client terputus atau memutuskan hubungan
maka server akan memutuskan
koneksi dan menutup port yang digunakan untuk koneksi
client tersebut.
Langkah – langkah dalam Client
Server Programming untuk client hampir sama
dengan server perbedaannya
adalah pada client tidak terdapat proses listen.
II.4 Barcode Scanner
Pembacaan barcode dilakukan dengan
menggunakan photosensor untuk
mengkonversikan barcode yang
dibaca ke sinyal elektrik. Pembacaan dilakukan dari awal
kemudian sampai ke akhir dimulai
dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Cara pembacaan adalah
dengan mengukur lebar dari pola
berwarna hitam dan pola yang berwarna putih, dan
menerjemahkan perbedaan pola
tersebut ke dalam bentuk karakter dan mengirimkannya ke
komputer.
Setiap barcode dimulai dengan
special start character dan special stop character yang
membantu scanner mendeteksi barcode
dan mengetahui pembacaan barcode dimulai dari
kiri (awal) atau dari kanan (akhir).
III. Analisa dan Desain Aplikasi
Analisa dan desain aplikasi ini
dibagi atas 2 bagian yaitu analisa tujuan dan analisa
proses aplikasi.
III.1 Analisa Tujuan
Tujuan dari aplikasi ini adalah :
1.
Mencatat setiap transaksi pemakaian
komputer di laboratorium IT Universitas
Kristen Maranatha.
2.
Mengetahui apakah suatu user itu
menempati tempatnya dengan benar.
3.
Melakukan tindakan pencegahan
terhadap pengunaan komputer oleh user yang tidak
menempati tempatnya dengan benar.
III.2 Analisa Proses Aplikasi
Sebelum menggunakan aplikasi ini,
staf laboratorium harus memasukan data
komputer kedalam database.
Data ini berupa nomor komputer dan IP Address dari komputer.
Untuk memasukan data komputer
tersebut, staf dapat menggunakan form data
komputer.
Sebelumnya menggunakan laboratorium
komputer, pengguna harus mendaftarkan
diri kepada staf laboratorium
sehingga informasi pengguna ada didalam database.
Untuk memasukan informasi pengguna
ini staf dapat menggunakan form data
mahasiswa.
Ketika pengguna ingin menggunakan
komputer didalam laboratorium, Staf akan
memasukan data pengguna kedalam form
pemakaian. Data pengguna ini terdiri atas nomor
mahasiswa dan nomor komputer yang
akan dipakai.
Data yang dimasukan tersebut akan
diperiksa oleh aplikasi. Apabila pengguna atau
nomor komputer tidak terdaftar dalam
database, aplikasi akan memunculkan pesan pengguna
atau nomor komputer tidak terdaftar.
Apabila pengguna atau nama komputer sudah masuk
maka aplikasi akan mengeluarkan
pesan bahwa pengguna atau nomor komputer tersebut
sudah masuk. Apabila nomor mahasiswa
dan nomor komputer belum masuk maka data
mahasiswa, data komputer, waktu masuk,
tanggal masuk dan status yang bernilai ‘I’ akan
ditambahkan ke dalam database.
Ketika pengguna selesai menggunakan
komputer, staf akan memasukan kembali data
mahasiswa ke dalam form pemakaian.
Aplikasi akan secara otomatis mengupdate database
pengguna tersebut dan menambahkan
waktu keluar sekaligus merubah status menjadi ‘K’.
Ketika pengguna melakukan akses
masuk, informasi pengguna akan di ambil dan
dikirim ke server oleh
aplikasi yang ada di komputer client.
Staf dapat melihat status pengguna
yang melakukan tindakan akses masuk komputer
pada form server.
Form server ini juga secara otomatis memeriksa apakah pengguna tersebut
memiliki
hak untuk memakai komputer tersebut
dengan cara membandingkan data yang ada dalam
database dengan informasi pengguna yang dikirimkan client.
Jika pengguna menempati komputer
yang sesuai dengan yang tercatat dalam database
maka server akan menampilkan
pesan bahwa pengguna berhak melakukan akses masuk. Jika
tidak maka server akan
mengirim sinyal restart ke komputer client dan menampilkan pesan
bahwa terjadi akses masuk oleh
pengguna yang tidak berhak.
Aplikasi ini juga dapat menampilkan
laporan yang berisi informasi pemakaian
komputer dalam bentuk hardcopy maupun
softcopy.
Fasilitas untuk melihat laporan
pemakaian komputer ini tersedia pada form laporan
IV. Kesimpulan dan Saran
Aplikasi “Absensi Lab 2004” ini
memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Menyimpan informasi mahasiswa yang
terdiri dari nomor mahasiswa dan nama
mahasiswa.
2. Menyimpan informasi komputer yang terdiri
dari IP komputer dan nama komputer.
3.
Menyimpan informasi pemakaian
komputer .
4.
Menghalangi akses masuk oleh
pengguna yang tidak berhak atau yang tidak terdaftar.
Selain memiliki kemampuan tersebut
aplikasi ini juga memiliki beberapa kekurangan
yang harus diperhatikan yaitu:
1. Proses instalasi harus memakai default
path. Hal ini disebabkan aplikasi ini belum
memiliki kemampuan untuk menentukan path
directory.
2. Akses masuk sistem operasi windows
dengan menggunakan ‘safe mode’ masih diijinkan
sehingga pengguna yang mengetahui password
administrator lokal dapat mengakses
komputer.oleh karena itu disarankan administrator
dapat menyimpan passwordnya
dengan baik dan melakukan perubahan password
secara berkala.
3. Konfigurasi aplikasi masih dalam bentuk
teks yang tidak tersandikan (tidak ada
encryption).
V. Daftar Pustaka
1) Deitel,
H. M., P. J. Deitel, J.Listfield, T. R. Nieto, C.Yaeger, M. Zlatkina. C# How
To
Program .Upper Saddle River,NJ:Prentice Hall, 2002.
2) Manfre,
M. Creating A Windows Service With C# .
[Tanggal Akses: 25 Oktober 2004].
[http://www.devhood.com].
3) SoftTech
Developer.Get Current Logged On User.
[Tanggal Akses: 25 Oktober 2004].
[http://www.planetsourcecode.com].
4) Mössenböck,
H. Advanced C#. University of Linz, Austria 2004.
5) Schult,
W. and A. Polze. Aspect-Oriented Programming with C# and .NET. Hasso-
Plattner-Institute. University
Potsdam, Germany 2004.
6) Object-Oriented
Frameworks for Network Programming.
[Tanggal Akses: 27 Oktober 2002].
7) Mayo,
J. Beginners’s C# Tutorial. CSharp Station.
[Tanggal Akses: 22 September 2003].
[http://www.csharp-station.com].
8) Imbar,
R.V.(2004), ‘Pengembangan Perangkat Lunak Sistem Absensi Laboratorium
Dengan Menggunakan Barcode Scanner di Universitas Kristen
Maranatha’,
Universitas Kristen Maranatha.
9) Subrata,
L. R.(2003) ‘Object Oriented and Design’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
10) Setiawan,
E.(2003) ‘Modul Praktikum Basis Data’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
11) Bunyamin,
H.(2003), ‘Aplikasi POS (Point of Sales)’. Universitas Kristen
Maranatha,
Bandung.
Dan analisis dari jurnal di atas
adalah :
Analisis
Bagian pendahuluan :
Pada bagian pendahuluan , kalimat
ditulis dengan cukup baik .
Teori atau kajian pustaka :
Pengambilan teori atau kajian
pustaka cukup baik.
Metode penelitian :
Pada bagian analisa dan desain
aplikasi , banyak mengandung kata-kata istilah komputer . Bagian ini
membutuhkan pemahaman dasar tentang komputer bagi si pembaca agar tidak terjadi
kesalahpahaman atau ketidakpahaman yang mengakibatkan kalimat menjadi tidak
efisien.
Hasil dan Pembahasan :
Pengunaan kata-kata istilah komputer
yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia , sering sekali mengakibatkan
perbedaan arti atau makna dari maksud kata yang sebenarnya. Di dalam tulisan
ini , penulis telah menaati kaedah penulisan dengan baik . Dengan menggunakan
huruf miring atau penulisan ‘italic’ digunakan sebagai mempertegas kata
bahwa kata tersebut adalah kata serapan dari bahasa asing atau kata-kata dari
istilah komputer.
Simpulan :
Penjelasan simpulan yang dijabarkan
secara singkat dan jelas .
Kelebihan :
Penulisan artikel dapat dijelaskan
dengan baik dan jelas.
Kekurangan :
Banyak pemakaian istilah-istilah
komputer yang tidak dimengerti bagi pembaca atau orang awam.