Jumat, 14 Oktober 2011
PENDEKATAN SISTEM DALAM MEMECAHKAN MASALAH DAN MEMBUAT KEPUTUSAN
A. Pemahaman dasar pemecahan masalah dan pembuatan keputusan.
Fungsi pemecahan masalah.
Fungsi pemecahan masalah difokuskan pada konsekuensi, bukan pada jumlah waktu yang dihabiskan.
Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi/ aksi yang diyakini manajerakan memberikan solusi terbaik terhadap masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah membuat berbagai alternative keputusan.
B. Pendekatan sistem.
Proses pemecahan masalah secara sistematis pertama kali dikemukanan oleh John dewey, seorang profesorf ilosofi dari colombia university. Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai.
1. Mengenali kontroversi
2. Menimbang klaim alternatif
3.Membentuk penilaian
Rangkaian langkah pemecahan masalah secara garis besar adalah :dipahami ,solusi alternative dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.
urutan langkah pendekatan sistem:
1. Usaha persiapan :mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.
2. Usaha definisi :mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
3. Usaha solusi :mencakupi dentifikasi berbagai solusi alternatif, mempelajarinya, memilih satu yang terbaik, menerapkan solusi tersebut dan membuat tindakan untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.
C. Upaya persiapan.
1.1 Memandang perusahaan sebagai suatu sistem
Menanamkan konsep bahwah perusahaan adalah suatu sistem.
1.2 Mengenal system lingkungan
Mengenali perilaku dan interaksi antara system dengan lingkungannya.
1.3 Mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan
Mengenali subsistem yang berperan pada perusahaan, baik bentuk dan fungsinya
D. Upaya definisi.
upaya definisi mencakup pemahaman bahwa suatu masalah dapat ada atau tidak ada (identifikasi masalah) dan kemudian mempelajarinya untuk mendapatkan solusi (pemahaman masalah).
Upaya defines mencakup dua langkah:
1. 1. Bergerak dari tingkat system ke subsistem.
Ketika manajer berusaha memahami masalah,peneliti mulai bekerja dengan sistem yang menjadi tanggung jawab manajer. Sistem itu dapat berupa perusahaan atau unit perusahaan. Kemudian peneliti bergerak menelusuri hirarki sistem, tingkat demi tingkat.
1. 2. Menganalisis tiap bagian system dalam suatu urutan tertentu.
Elemen satu :mengevaluasi standar.
Standar kinerja untuk suatu system dapat dinyatakan dalam bentuk rencana ,anggaran,dankuota.
• Standar harus sah
• Standar harus realistis
• Standar harus dimengerti
• Standar harus terukur
Elemen dua :membandingkan output system dengan standar
Setelah manajer setuju dengan standar tersebut, kemudian ia mengevaluasi output system dan membandingkannya dengan standar.
Elemen tiga = mengevaluasi manajemen
Suatu penilaian kritis dilakukan terhadap manajemen system dan struktur organisasi.
Elemen empat = mengevaluasi pengolahan informasi
Kebutuhan itu harus disesuaikan kemudian suatu system informasi yang memadai harus dirancang dan diterapakan.
Elemen lima = mengevaluasi input dan sumber daya input
Bila tingkat analsis system ini tercapai, maka system konseptual tidak lagi merupakan persoalan, dan permasalahan terdapat pada system fisik.
Elemen enam = mengevaluasi proses transformasi
Prosedur dan praktek yang tidak tepat dapat mengakibatkan kesukaran dalam mengubah input menjadi output,
Elemen tujuh = mengevaluasi sumber daya output
Elemen masalah (dalam hal ini, manajemen )harus dipahami setelah teridentifikasi. Kenyataan tidak tepatnya manajemen harus ditelusuri.Salah satu tugas yang paling penting dihadapi oleh manajer adalah definisi masalah.
Upaya pemecahan
1. 1. Mengidentifikasi berbagai alternative solusi
Manajer mengidentifikasi beragam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama.
1. 2. Mengevaluasi berbagai alternatif solusi
Semua alternatif harus dievaluasi dengan menggunakan standar yang sama, yang mengukur tingkat ketepatan suatu alternatef dapat memecahkan masalah.
1. 3. Memilih solusi terbaik
Menentukan satu alternatif yang paling baik.
1. 4. Menerapkan solusi
Masalah tidak dapat diselesaikan jika hanya memilih solusi terbaik, menerapkan solusi terbaik harus dilakukan.
1. 5. Menindak lanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif
Manajer harus tetap mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan.
Menelaah pendekatan sistem
Manajer mengembangkan keahlian integrasi ini melalui pengalaman.Titikawal yang baik adalah mempersiapkan kebutuhan manajer sebelum pemecahan masalah dimulai.
Faktor pribadi yang mempengaruhi pemecahan masalah.
Masing-masing manajer memiliki cara memecahkan masalah yang berbeda. Cara mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam memecahkan masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi.
Terdapat tiga kategori dasar dalam merasakan masalah (problem sensing styles) mereka, yaitu :
-Penghindar masalah (problem avoider)
Manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja.
-Pemecah masalah (problem solver)
Manajer ini tidak mencari masalah dan juga tidak menghalanginya. Jika muncul masalah, maka masalah tersebut dipecahkan.
-Pencari masalah (problem seeker)
manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.
Mengumpulkan informasi.
Para manajer dapatmenunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka :
• Gaya teratur (preceptive style)
Manajer mengikuti manajemen by exeption dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan bidang minatnya.
• Gaya menerima (receptive style)
Manajer ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi.
Menggunakan informasi
Manajer cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information using style) :
Gaya sistematis (systematic style)
Manajer member perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan.
Gaya intuitif (intuitive style)
Manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuiakan dengansituasi.
kesimpulan dari pengamatan artikel ini :
- Diksi dapat menentukan kualitas dari tulisan (ilmiah,semi ilmiah,non ilmiah).
- Diksi yang tepat dapat membuat pembaca memahami maksud yang di sampaikan dari artikel.
Langganan:
Postingan (Atom)