Jumat, 23 Desember 2011

PERANCANGAN APLIKASI ABSENSI LABORATORIUM KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM VERIFIKASI PENGGUNA DI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA


Abstract
Maranatha Christian University as one of the universities in Bandung has
computer laboratory for practical activities. Although, Maranatha Christian
University has owned an absence application which record user who accessing the
computer in laboratory, but the system can’t track whether the user sit on its place
correctly or not. For that reason UKM need a system to control and minimize the
risk of lost and damage keyboard, mouse and computer table because the data have
been recorded in database.
The main purpose of this research is to make a laboratory absent tracking
system software to record the use of computer laboratory facilities.

I. Pendahuluan
Pada saat ini teknologi berkembang dengan pesat. Perkembangan teknologi
ini menyebabkan meningkatnya permintaan sumber daya manusia (SDM) yang
memiliki kompetensi di bidangnya dan menguasai teknologi untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapinya.
Universitas Kristen Maranatha (UKM) sebagai salah satu perguruan tinggi di
Indonesia telah menyadari hal tersebut sehingga menyediakan fasilitas – fasilitas
yang membantu mahasiswa dan mahasiswi dalam belajar. Salah satu fasilitas yang
disediakan oleh UKM adalah laboratorium komputer. Penyediaan fasilitas ini
memerlukan suatu pengawasan. Pengawasan ini bertujuan agar fasilitas tersebut dapat
terpelihara dengan baik.
Kenyataannya banyak komputer serta fasilitas di dalam laboratorium
komputer sering mengalami kerusakan. Kerusakan ini merupakan bukti masih
lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan. Kerusakan ini umumnya disebabkan
oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak bertanggungjawab. Identifikasi terhadap
mahasiswa atau mahasiswi ini sangat sulit dilakukan karena belum adanya suatu
pencatatan pemakaian komputer di laboratorium komputer yang dapat mencatat serta
menolak akses masuk komputer apabila mahasiswa atau mahasiswi tidak berhak
menggunakan komputer tersebut.
Oleh sebab itu penulis mencoba untuk membangun suatu aplikasi
pengontrolan pemakaian komputer di laboratorium komputer yang dapat mencatat
serta menolak akses masuk komputer apabila pengguna tersebut tidak berhak
menggunakan komputer tersebut. Dengan adanya aplikasi ini pemakaian laboratorium
itu dapat dikontrol dengan baik, sehingga kerusakan fasilitas laboratorium komputer
yang disebabkan oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak bertanggungjawab dapat
dicegah serta pengaksesan komputer oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak
berhak dapat diatasi.
Aplikasi absensi ini akan menangani:
1. Pencatatan pemakaian komputer yang digunakan mahasiswa atau mahasiswi.
2. Laporan pemakaian komputer yang dapat digunakan sebagai bukti penggunaan
komputer oleh mahasiswa atau mahasiswi.
3. Proteksi terhadap komputer laboratorium oleh mahasiswa atau mahasiswi yang tidak
berhak menggunakan komputer tersebut.

II. Landasan Teori
II.1 UML (Unified Modeling Language)
UML adalah suatu permodelan yang digunakan pada saat ini untuk
merepresentasikan suatu kesatuan konsep – konsep dan notasi yang digunakan untuk
memodelkan suatu permasalahan. Tujuan dari UML ini adalah untuk menjadi suatu bahasa
umum yang digunakan untuk membuat model yang didasarkan objek pada pengembangan
rekayasa komputer.
UML memodelkan suatu program dalam bentuk kelas dan objek.
Kelas adalah “pola” dari sebuah objek. Dari sebuah kelas dapat dibuat banyak objek
yang sejenis.
Contoh:
Dari sebuah pola baju merek xxx, dapat dibuat banyak(objek) baju bermerek xxx,
yang mempunyai warna merah ,biru, hijau, dan lain sebagainya.
Objek adalah sesuatu yang mempunyai sifat.
Contoh:
Objek :Sepeda
Sifat :Warna
Aksi :Rem
Objek :Batu
Sifat :Warna
Aksi :-
Dalam program objek adalah gabungan variable dan fungsi yang saling terkait. Sifat
objek sering disebut sebagai property dan aksi sering disebut method.Perbedaan yang paling
mencolok antara kelas dengan objek adalah sifat kelas belum terdefenisi sedangkan objek
sudah terdefenisi.
Tujuan dari diagram kelas ini adalah untuk membuat sebuah kelas menjadi sebuah
model. Dalam aplikasi berorientasi objek, kelas memiliki atribut, operasi dan hubungan
dengan kelas lainnya. Diagram kelas dalam UML dapat memodelkan hal ini dengan sangat
mudah.
Sebuah kelas dimodelkan dengan sebuah persegi panjang yang memiliki tiga bagian.
Bagian paling atas adalah nama kelas itu kemudian bagian yang ditengah adalah atribut
atribut dari kelas itu, dan yang paling bawah adalah operasi yang dilakukan oleh kelas itu.

II.2 Basis Data (DataBase)
Basis data terdiri dari dua kata, yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai
tempat penyimpanan sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili
suatu obyek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks. Prinsip utama basis data
adalah untuk pengaturan data dan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam
pengambilan kembali data.
Basis data digunakan untuk menyimpan, memanipulasi dan mengambil data hampir
semua tipe perusahaan termasuk bisnis, pendidikan, rumah sakit, pemerintahan dan
perpustakaan.
Basis data dapat menghindari adanya data redudancy. Data redudancy adalah
duplikasi data dimana beberapa file memiliki data yang sama sehingga menyebabkan
pemborosan kapasitas media penyimpanan. Dengan menggunakan basis data, perubahan,
penambahan dan penghapusan suatu data lebih mudah dilakukan.Basis data juga mendukung
pengaksesan suatu resource secara bersama – sama oleh lebih dari sebuah aplikasi.
Sistem basis data ini lebih dikenal dengan istilah DataBase Management System
(DBMS).
DBMS adalah sistem penyimpanan dan pengambilan data yang mengijinkan
beberapa aplikasi untuk mengakses data tersebut dalam sebuah sistem terpadu sehingga tidak
terjadi data redudancy dan integritas data dapat dipertahankan. Berikut ini adalah gambar
dari sebuah DBMS yang mengatur penyimpanan data di dalam database serta bertugas
sebagai media penghubung antara aplikasi dengan database.
Contoh-contoh dari DBMS yaitu:
· Oracle
· SQL Server
· Informix
· DB2

II.3 Client Server Programming
Client-Server Programming adalah suatu jenis teknologi yang menghubungkan
Client dan server dalam suatu proses pada aplikasi
Langkah – langkah dalam Client Server Programming untuk server adalah sebagai
berikut:
  1. Socket
Socket digunakan sebagai alamat dari server. Socket ini memiliki atribut alamat IP
(Internet Protocol) dan port yang dipakai oleh server.
  2. Bind
Setelah socket dibangun, alamat IP dan port akan disatukan menjadi satu bagian dan
di bind ke sistem.
  3. Listen
Setelah di bind server akan memasuki fase listen dimana pada fase ini server akan
mendengarkan apakah ada client terhubung dengannya.
  4. Accept
Apabila ada permintaan dari client maka server akan menanggapinya dan
membangun hubungan dengan client tersebut.
  5. Read
Server kemudian akan melakukan proses pembacaan paket data yang dikirim oleh
client
  6. Write
Server juga dapat melakukan pengiriman paket data melalui koneksi tersebut.
  7. Close
Apabila server menerima pesan bahwa client terputus atau memutuskan hubungan
maka server akan memutuskan koneksi dan menutup port yang digunakan untuk koneksi
client tersebut.
Langkah – langkah dalam Client Server Programming untuk client hampir sama
dengan server perbedaannya adalah pada client tidak terdapat proses listen.
II.4 Barcode Scanner
Pembacaan barcode dilakukan dengan menggunakan photosensor untuk
mengkonversikan barcode yang dibaca ke sinyal elektrik. Pembacaan dilakukan dari awal
kemudian sampai ke akhir dimulai dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Cara pembacaan adalah
dengan mengukur lebar dari pola berwarna hitam dan pola yang berwarna putih, dan
menerjemahkan perbedaan pola tersebut ke dalam bentuk karakter dan mengirimkannya ke
komputer.
Setiap barcode dimulai dengan special start character dan special stop character yang
membantu scanner mendeteksi barcode dan mengetahui pembacaan barcode dimulai dari
kiri (awal) atau dari kanan (akhir).

III. Analisa dan Desain Aplikasi
Analisa dan desain aplikasi ini dibagi atas 2 bagian yaitu analisa tujuan dan analisa
proses aplikasi.
III.1 Analisa Tujuan
Tujuan dari aplikasi ini adalah :
         1. Mencatat setiap transaksi pemakaian komputer di laboratorium IT Universitas
Kristen Maranatha.
         2. Mengetahui apakah suatu user itu menempati tempatnya dengan benar.
         3. Melakukan tindakan pencegahan terhadap pengunaan komputer oleh user yang tidak
menempati tempatnya dengan benar.
III.2 Analisa Proses Aplikasi
Sebelum menggunakan aplikasi ini, staf laboratorium harus memasukan data
komputer kedalam database. Data ini berupa nomor komputer dan IP Address dari komputer.
Untuk memasukan data komputer tersebut, staf dapat menggunakan form data
komputer.
Sebelumnya menggunakan laboratorium komputer, pengguna harus mendaftarkan
diri kepada staf laboratorium sehingga informasi pengguna ada didalam database.
Untuk memasukan informasi pengguna ini staf dapat menggunakan form data
mahasiswa.
Ketika pengguna ingin menggunakan komputer didalam laboratorium, Staf akan
memasukan data pengguna kedalam form pemakaian. Data pengguna ini terdiri atas nomor
mahasiswa dan nomor komputer yang akan dipakai.
Data yang dimasukan tersebut akan diperiksa oleh aplikasi. Apabila pengguna atau
nomor komputer tidak terdaftar dalam database, aplikasi akan memunculkan pesan pengguna
atau nomor komputer tidak terdaftar. Apabila pengguna atau nama komputer sudah masuk
maka aplikasi akan mengeluarkan pesan bahwa pengguna atau nomor komputer tersebut
sudah masuk. Apabila nomor mahasiswa dan nomor komputer belum masuk maka data
mahasiswa, data komputer, waktu masuk, tanggal masuk dan status yang bernilai ‘I’ akan
ditambahkan ke dalam database.
Ketika pengguna selesai menggunakan komputer, staf akan memasukan kembali data
mahasiswa ke dalam form pemakaian. Aplikasi akan secara otomatis mengupdate database
pengguna tersebut dan menambahkan waktu keluar sekaligus merubah status menjadi ‘K’.
Ketika pengguna melakukan akses masuk, informasi pengguna akan di ambil dan
dikirim ke server oleh aplikasi yang ada di komputer client.
Staf dapat melihat status pengguna yang melakukan tindakan akses masuk komputer
pada form server.
Form server ini juga secara otomatis memeriksa apakah pengguna tersebut memiliki
hak untuk memakai komputer tersebut dengan cara membandingkan data yang ada dalam
database dengan informasi pengguna yang dikirimkan client.
Jika pengguna menempati komputer yang sesuai dengan yang tercatat dalam database
maka server akan menampilkan pesan bahwa pengguna berhak melakukan akses masuk. Jika
tidak maka server akan mengirim sinyal restart ke komputer client dan menampilkan pesan
bahwa terjadi akses masuk oleh pengguna yang tidak berhak.
Aplikasi ini juga dapat menampilkan laporan yang berisi informasi pemakaian
komputer dalam bentuk hardcopy maupun softcopy.
Fasilitas untuk melihat laporan pemakaian komputer ini tersedia pada form laporan

IV. Kesimpulan dan Saran
Aplikasi “Absensi Lab 2004” ini memiliki kemampuan sebagai berikut:
         1. Menyimpan informasi mahasiswa yang terdiri dari nomor mahasiswa dan nama
mahasiswa.
         2. Menyimpan informasi komputer yang terdiri dari IP komputer dan nama komputer.
         3. Menyimpan informasi pemakaian komputer .
         4. Menghalangi akses masuk oleh pengguna yang tidak berhak atau yang tidak terdaftar.
Selain memiliki kemampuan tersebut aplikasi ini juga memiliki beberapa kekurangan
yang harus diperhatikan yaitu:
         1. Proses instalasi harus memakai default path. Hal ini disebabkan aplikasi ini belum
memiliki kemampuan untuk menentukan path directory.
         2. Akses masuk sistem operasi windows dengan menggunakan ‘safe mode’ masih diijinkan
sehingga pengguna yang mengetahui password administrator lokal dapat mengakses
komputer.oleh karena itu disarankan administrator dapat menyimpan passwordnya
dengan baik dan melakukan perubahan password secara berkala.
       3. Konfigurasi aplikasi masih dalam bentuk teks yang tidak tersandikan (tidak ada
encryption).
V. Daftar Pustaka
1) Deitel, H. M., P. J. Deitel, J.Listfield, T. R. Nieto, C.Yaeger, M. Zlatkina. C# How To
Program .Upper Saddle River,NJ:Prentice Hall, 2002.
2) Manfre, M. Creating A Windows Service With C# .
[Tanggal Akses: 25 Oktober 2004].
[http://www.devhood.com].
3) SoftTech Developer.Get Current Logged On User.
[Tanggal Akses: 25 Oktober 2004].
[http://www.planetsourcecode.com].
4) Mössenböck, H. Advanced C#. University of Linz, Austria 2004.
5) Schult, W. and A. Polze. Aspect-Oriented Programming with C# and .NET. Hasso-
Plattner-Institute. University Potsdam, Germany 2004.
6) Object-Oriented Frameworks for Network Programming.
[Tanggal Akses: 27 Oktober 2002].
7) Mayo, J. Beginners’s C# Tutorial. CSharp Station.
[Tanggal Akses: 22 September 2003].
[http://www.csharp-station.com].
8) Imbar, R.V.(2004), ‘Pengembangan Perangkat Lunak Sistem Absensi Laboratorium
Dengan Menggunakan Barcode Scanner di Universitas Kristen Maranatha’,
Universitas Kristen Maranatha.
9) Subrata, L. R.(2003) ‘Object Oriented and Design’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
10) Setiawan, E.(2003) ‘Modul Praktikum Basis Data’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
11) Bunyamin, H.(2003), ‘Aplikasi POS (Point of Sales)’. Universitas Kristen Maranatha,
Bandung.
Dan analisis dari jurnal di atas adalah :
Analisis
Bagian pendahuluan :
Pada bagian pendahuluan , kalimat ditulis dengan cukup baik .
Teori atau kajian pustaka :
Pengambilan teori atau kajian pustaka cukup baik.
Metode penelitian :
Pada bagian analisa dan desain aplikasi , banyak mengandung kata-kata istilah komputer . Bagian ini membutuhkan pemahaman dasar tentang komputer bagi si pembaca agar tidak terjadi kesalahpahaman atau ketidakpahaman yang mengakibatkan kalimat menjadi tidak efisien.
Hasil dan Pembahasan :
Pengunaan kata-kata istilah komputer yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia , sering sekali mengakibatkan perbedaan arti atau makna dari maksud kata yang sebenarnya. Di dalam tulisan ini , penulis telah menaati kaedah penulisan dengan baik . Dengan menggunakan huruf miring atau penulisan ‘italic’ digunakan sebagai mempertegas kata bahwa kata tersebut adalah kata serapan dari bahasa asing atau kata-kata dari istilah komputer.
Simpulan :
Penjelasan simpulan yang dijabarkan secara singkat dan jelas .
Kelebihan :
Penulisan artikel dapat dijelaskan dengan baik dan jelas.
Kekurangan :
Banyak pemakaian istilah-istilah komputer yang tidak dimengerti bagi pembaca atau orang awam.

Jumat, 14 Oktober 2011

PENDEKATAN SISTEM DALAM MEMECAHKAN MASALAH DAN MEMBUAT KEPUTUSAN

A. Pemahaman dasar pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Fungsi pemecahan masalah. Fungsi pemecahan masalah difokuskan pada konsekuensi, bukan pada jumlah waktu yang dihabiskan. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi/ aksi yang diyakini manajerakan memberikan solusi terbaik terhadap masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah membuat berbagai alternative keputusan. B. Pendekatan sistem. Proses pemecahan masalah secara sistematis pertama kali dikemukanan oleh John dewey, seorang profesorf ilosofi dari colombia university. Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai. 1. Mengenali kontroversi 2. Menimbang klaim alternatif 3.Membentuk penilaian Rangkaian langkah pemecahan masalah secara garis besar adalah :dipahami ,solusi alternative dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja. urutan langkah pendekatan sistem: 1. Usaha persiapan :mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem. 2. Usaha definisi :mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. 3. Usaha solusi :mencakupi dentifikasi berbagai solusi alternatif, mempelajarinya, memilih satu yang terbaik, menerapkan solusi tersebut dan membuat tindakan untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan. C. Upaya persiapan. 1.1 Memandang perusahaan sebagai suatu sistem Menanamkan konsep bahwah perusahaan adalah suatu sistem. 1.2 Mengenal system lingkungan Mengenali perilaku dan interaksi antara system dengan lingkungannya. 1.3 Mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan Mengenali subsistem yang berperan pada perusahaan, baik bentuk dan fungsinya D. Upaya definisi. upaya definisi mencakup pemahaman bahwa suatu masalah dapat ada atau tidak ada (identifikasi masalah) dan kemudian mempelajarinya untuk mendapatkan solusi (pemahaman masalah). Upaya defines mencakup dua langkah: 1. 1. Bergerak dari tingkat system ke subsistem. Ketika manajer berusaha memahami masalah,peneliti mulai bekerja dengan sistem yang menjadi tanggung jawab manajer. Sistem itu dapat berupa perusahaan atau unit perusahaan. Kemudian peneliti bergerak menelusuri hirarki sistem, tingkat demi tingkat. 1. 2. Menganalisis tiap bagian system dalam suatu urutan tertentu. Elemen satu :mengevaluasi standar. Standar kinerja untuk suatu system dapat dinyatakan dalam bentuk rencana ,anggaran,dankuota. • Standar harus sah • Standar harus realistis • Standar harus dimengerti • Standar harus terukur Elemen dua :membandingkan output system dengan standar Setelah manajer setuju dengan standar tersebut, kemudian ia mengevaluasi output system dan membandingkannya dengan standar. Elemen tiga = mengevaluasi manajemen Suatu penilaian kritis dilakukan terhadap manajemen system dan struktur organisasi. Elemen empat = mengevaluasi pengolahan informasi Kebutuhan itu harus disesuaikan kemudian suatu system informasi yang memadai harus dirancang dan diterapakan. Elemen lima = mengevaluasi input dan sumber daya input Bila tingkat analsis system ini tercapai, maka system konseptual tidak lagi merupakan persoalan, dan permasalahan terdapat pada system fisik. Elemen enam = mengevaluasi proses transformasi Prosedur dan praktek yang tidak tepat dapat mengakibatkan kesukaran dalam mengubah input menjadi output, Elemen tujuh = mengevaluasi sumber daya output Elemen masalah (dalam hal ini, manajemen )harus dipahami setelah teridentifikasi. Kenyataan tidak tepatnya manajemen harus ditelusuri.Salah satu tugas yang paling penting dihadapi oleh manajer adalah definisi masalah. Upaya pemecahan 1. 1. Mengidentifikasi berbagai alternative solusi Manajer mengidentifikasi beragam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama. 1. 2. Mengevaluasi berbagai alternatif solusi Semua alternatif harus dievaluasi dengan menggunakan standar yang sama, yang mengukur tingkat ketepatan suatu alternatef dapat memecahkan masalah. 1. 3. Memilih solusi terbaik Menentukan satu alternatif yang paling baik. 1. 4. Menerapkan solusi Masalah tidak dapat diselesaikan jika hanya memilih solusi terbaik, menerapkan solusi terbaik harus dilakukan. 1. 5. Menindak lanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif Manajer harus tetap mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan. Menelaah pendekatan sistem Manajer mengembangkan keahlian integrasi ini melalui pengalaman.Titikawal yang baik adalah mempersiapkan kebutuhan manajer sebelum pemecahan masalah dimulai. Faktor pribadi yang mempengaruhi pemecahan masalah. Masing-masing manajer memiliki cara memecahkan masalah yang berbeda. Cara mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam memecahkan masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi. Terdapat tiga kategori dasar dalam merasakan masalah (problem sensing styles) mereka, yaitu : -Penghindar masalah (problem avoider) Manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. -Pemecah masalah (problem solver) Manajer ini tidak mencari masalah dan juga tidak menghalanginya. Jika muncul masalah, maka masalah tersebut dipecahkan. -Pencari masalah (problem seeker) manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya. Mengumpulkan informasi. Para manajer dapatmenunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka : • Gaya teratur (preceptive style) Manajer mengikuti manajemen by exeption dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan bidang minatnya. • Gaya menerima (receptive style) Manajer ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi. Menggunakan informasi Manajer cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information using style) : Gaya sistematis (systematic style) Manajer member perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Gaya intuitif (intuitive style) Manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuiakan dengansituasi. kesimpulan dari pengamatan artikel ini : - Diksi dapat menentukan kualitas dari tulisan (ilmiah,semi ilmiah,non ilmiah). - Diksi yang tepat dapat membuat pembaca memahami maksud yang di sampaikan dari artikel.

Selasa, 10 Mei 2011

prospek perrekonomian indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak yang menduga-duga taentang prospek Ekonomi ditahun 2011.Praktisi, Penulis, dan Pembicara Bidang Manajemen Korporasi, Djayendra menjelaskan bahwa Indikator perekonomian Indonesia di akhir tahun 2010 ini memperlihatkan tanda- tanda positif. Cadangan devisa sudah mencapai angka sekitar 93 miliar dollar AS. Indeks saham BEI sudah mencapai angka di atas 3600. Rupiah cukup kuat bergerak di sekitar Rp 8900 – 9100/USD. Ketiga hal tersebut menguat disebabkan oleh aliran modal asing ke Indonesia yang sangat luar biasa, khususnya ke pasar modal dan pasar uang. Termasuk, naiknya harga-harga komoditas dasar di pasar global membuat perekonomian Indonesia semakin membaik. Di samping itu, gaya pemerintahan sekarang yang sangat pro pasar bebas, sehingga para investor asing merasa sangat nyaman berbisnis di Indonesia. Oleh karena itu, dalam jangka pendek perekonomian Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus, dan di tahun 2011 perekonomian Indonesia akan semakin membaik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kita butuh membuat rumusan masalah dengan maksud, agar tidak keluar dari permasalahan. Adapun rumusan masalah ialah :
- Bagai mana prospek Ekonomi Indonesia ditahun 2011 ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Perekonomian Indonesia optimis ditahun 2011
Perrekonomian Indonesia pada 2010 dinilai sejumlah kalangan cukup menggembirakan. Di saat sebagian besar negara di dunia mengalami pertumbuhan negatif, perekonomian Indonesia justru tumbuh dengan laju sekitar enam persen.

World Economic Forum melaporkan, peringkat daya saing Indonesia untuk 2010-2011 naik 10 tingkat di angka 44 dari peringkat sebelumnya di level 54. Kenaikan itu terutama didorong kinerja makro ekonomi yang sangat baik. Linerja ekspor tumbuh pesat.

Komite Ekonomi Nasional atau KEN, lembaga yang ditugasi untuk memberi masukan kebijakan ekonomi kepada Presiden, meyakini laju ekonomi Indonesia tahun depan akan melaju lebih cepat. KEN berharap bisa mendorong pemerintah memaksimalkan momentum pertumbuhan ekonomi ini.

Antara lain dengan terciptanya koordinasi yang baik, pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat, serta tetap mewaspadai gejolak keuangan global. "Melakukan akselerasi, percepatan supaya ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi," kata Chairul Tanjung, Ketua KEN, pada acara diskusi Prospek Ekonomi 2011 di Jakarta, Senin (20/12).

Dengan kebijakan ekonomi yang tepat, KEN yakin perekonomian Indonesia tahun depan akan tumbuh dengan laju 6,4 persen. Menurut KEN, tingkat konsumsi, investasi, dan ekspor akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita secara serentak. Semetnara total out put perekonomian Indonesia diperkirakan mencapai Rp 7.726 triliun. Ini dikarenakan Indonesia baru memasuki fasa ekspansinya.

Meski begitu, lembaga penasehat ekonomi Presiden ini berharap pemerintah mewaspadai tantangan dan risiko di tahun mendatang. Tantangan tersebut baik gejolak keuangan dunia maupun faktor dalam negeri yang bisa berakibat buruk pada stabilitas ekonomi makro.
B. Prospek Ekonomi Indonesia tahun 2011
Perekonomian Indonesia tahun ini diprediksi masih menjanjikan, dengan pertumbuhan diperkirakan berkisar 6,4 % Pertumbuhan ini lebih besar 0,6 persen dibandingkan target pertumbuhan tahun ini sebesar 5,8 %.Komite Ekonomi Nasional dalam buku Prospek Ekonomi Indonesia 2011 menuturkan ada sejumlah tantangan dan risiko yang perlu diantisipasi Indonesia di tahun depan.
1. tantangan atas kemungkinan terjadinya gelembung nilai aset (asset bubble) dan inflasi, karena kurangnya daya serap ekonomi nasional terhadap masuknya modal asing, termasuk jangka pendek.
2. terhentinya arus modal masuk dan bahkan terjadinya penarikan kembali modal masuk dalam jumlah besar. Pengendalian dan mitigasi arus modal serta kemungkinan arus balik disebabkan kesalahan mengantisipasi arus modal menjadi risiko yang harus diperhatikan.Kesalahan dalam mengambil kebijakan, keterlambatan mengambil tindakan serta kurang koordinasi antar pembuat kebijakan juga dapat berakibat buruk terhadap stabilitas makro yang sudah terjaga selama ini.

3. subsidi energi dan alokasi yang kurang efisisien. Selama ini, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih dinikmati orang mampu (berpenghasilan tinggi). Terkait masalah ini, Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tanjung mengatakan yang wajib mendapat subsidi ialah orang miskin, orang mampu sebaiknya tidak dapat subsidi.

4. risiko inflasi terutama dipicu komponen makanan, pendidikan, dan ekspektasi inflasi. Inflasi Indonesia yang masih tinggi, menurut Chairul Tanjung, karena selama ini kita hanya mengandalkan kebijakan moneter Bank Indonesia untuk mengelola demand (permintaan).Padahal, lanjutnya, selain faktor demand, inflasi juga dipengaruhi faktor suplai atau tersedianya barang dan faktor distribusi yang harus diperhatikan.
5. infrastrukstur dan interkoneksi (transportasi) yang kurang memadai.Chairul menuturkan, tahun ini Indonesia menjual mobil sebanyak 760 ribu. Jika dalam lima tahun ke depan tidak ada penambahan jalan secara signifikan khususnya di Jakarta, akan terjadi kemacetan. Begitu pula, dengan airport dan pelabuhan."Jika tidak ada perbaikan akan terjadi kemacetan luar biasa, yakni kemacetan ekonomi," ujar Chairul.
6. peningkatan daya saing, perbaikan pendidikan, dan pelatihan serta penambahan pasokan tenaga teknik terdidik yang menjadi penghambat bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi produk (utamanya yang padat karya), menghambat investasi dan mengurangi penciptaan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Masalah daya saing Indonesia masih tertinggal dibawah Malaysia, Singapura dan Thailand.
7. daya serap atau belanja pemerintah (pusat dan daerah) yang masih belum optimal.
8. risiko yang berkenaan dengan kondisi politik dan hukum yang terjadi. Hingga kini, kinerja DPR dalam menyelesaikan legislasi, pembuatan undang-undang (UU), termasuk UU yang berkaitan dengan upaya mendorong pembangunan ekonomi masih jauh dari harapan.
9. risiko perubahan iklim, bencana alam, dan krisis keuangan yang datang secara mendadak. Semestinya, risiko ini sudah dapat diatasi dengan baik mengingat kita telah belajar dari pengalaman dalam beberapa tahun belakangan ini.
10. tantangan risiko global, seperti pemulihan ekonomi negara maju masih akan lama, sehingga berdampak pada pemulihan ekonomi dan perdagangan dunia.
11. Geopolitical-Geoeconomy G2 mengenai persoalan ketidakseimbangan ekonomi dunia, perang kurs dan potensi perang korea yang sangat tergantung pada G2 (China-AS), bukan G20. Hubungan saling membutuhkan, "Benci tapi rindu" AS-China, yang harus mencari penyelesaian secara kooperatif. Serta risiko gagal bayar utang negara-negara Eropa.
C. Resiko & Tantangan Ekonomi di 2011
Komite Ekonomi Nasional dalam buku Prospek Ekonomi Indonesia 2011 menuturkan ada sejumlah tantangan dan risiko yang perlu diantisipasi Indonesia di tahun depan sebagaimana dilansir vivanews.com adalah :
Tantangan atas kemungkinan terjadinya gelembung nilai aset (asset bubble) dan inflasi, karena kurangnya daya serap ekonomi nasional terhadap masuknya modal asing, termasuk jangka pendek.
Terhentinya arus modal masuk dan bahkan terjadinya penarikan kembali modal masuk dalam jumlah besar.
Subsidi energi dan alokasi yang kurang efisisien. Selama ini, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih dinikmati orang mampu (berpenghasilan tinggi). Terkait masalah ini, Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tanjung mengatakan yang wajib mendapat subsidi ialah orang miskin, orang mampu sebaiknya tidak dapat subsidi.

BAB III
PENUTUP

A. kesimpulan
Inflasi rendah pada triwulan I/2010 terutama didukung oleh stabilitas harga pangan, yang pada bulan-bulan pertama setiap tahun biasanya berpotensi meningkat karena faktor musiman. Bisakarena banjir, kegagalan panen, buruknya distribusi barang, dan seterusnya. Semua faktor ini bisa dibilang tidak terjadi, terutama pada April 2010. Faktor lain yang bisa menyebabkan inflasi adalah kurs rupiah. Rupiah terus menguat dan stabil pada level antara Rp 9.000 hingga Rp 9.300 per USD. Penyebabnya sangat jelas, yakni karena arus modal asing jangka pendek yang memborong saham dan surat berharga domestik. Bahkan cadangan devisa yang dikuasai Bank Indonesia (BI) mencapai angka tertinggi dalam sejarah, yakni USD 77 miliar
B. Saran-saran
Perekonomian Indonesia ditahun 2011 akan semakin membaik. Oleh karena itu, pemerintah, masyrakat dan para ekonom Indonesia jaga, serta jangan merusak jalannya arus perekonomian kita. Pemerintah perlu memperhatikan Enam hal yang bisa memperhambat perekonomian diatas.

Sumber-sumber yang telah membantu :
www.scribd.com
http://iklanpos.co.id
http://bisnis.vivanews.com
http://berita.liputan6.com