ekspor jahe (tanggerang)
JAKARTA (Bisnis): Koperasi Pengusaha Jahe (Kopja) Tangerang, Jabar,
mengekspor 216 ton jahe per bulan ke Pakistan, sementara pasar Eropa belum
mampu dipenuhi karena persyaratan sangat ketat. Ketua Kopja Tangerang
Muhardi menjelaskan koperasinya sejak tiga bulan lalu mengekspor jahe untuk
memenuhi kontrak buyer dari Pakistan. "Kami mengekspor dua jenis jahe yaitu
jahe emprit dan gajah. Permintaan dari Pakistan sebanyak 20 kontainer tapi
kami baru bisa memenuhi delapan kontainer atau 216 ton per bulan," ujarnya
kepada Bisnis di Tangerang belum lama ini.
Muhardi menjelaskan harga ekspor jahe emprit Rp 1.400 per kg sedangkan jahe
gajah mencapai Rp 2.000 per kg. Namun dia tidak menyebutkan nilai kontrak
ekspor jahe ke Pakistan itu. Menurut dia, pasar Pakistan relatif mudah
ditembus karena pembeli di negara itu tidak memberlakukan persyaratan yang
ketat sementara pasar Eropa dinilainya terlalu rumit sehingga masih sulit
untuk dipenuhi. Saat ini, kata Muhardi, pihaknya mengharapkan kredit yang
akan digunakan meningkatkan volume ekspor, pemasaran lokal dan pengadaan
bibit. Muhardi menjelaskan Kopja saat ini memiliki anggota sebanyak 20
orang yang salah seorang anggotanya memiliki lapak jahe di Pasar Induk
Kramat Jati, Jakarta Timur. (mag)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar